Showing posts with label Kejurnas Motoprix 2009. Show all posts
Showing posts with label Kejurnas Motoprix 2009. Show all posts

Monday, January 18, 2010

MOTOPRIX 5 - Yogyakarta : Rafid Topan dan Rey Menangi Kelas MP1 dan MP2



YOGYAKARTA, 16 Agustus 2009 – Pembalap Tim Yamaha Rafid Poppy HDS IRC I, Rafid Topan membuktikan janjinya untuk bisa memenangi balapan pada Kejurnas Motoprix Seri 5 yang berlangsung di Sirkuit mandala Krida-Yogya, Minggu (16/8). Start dari posisi kedua, Rafid Topan berhasil berdiri di podium pertama kelas Bebek Tune Up 110 cc 4 Tak Seeded (MP1) setelah bersaing ketat dengan rivalnya yang pembalap tuan rumah, Diaz Kumoro Jati dari tim Yamaha Kephot Jateng.Sedangkan pembalap Honda, Rey Ratukore berhasil membuktikan keperkasaannya dengan meraih poin penuh dan menjuarai kelas Bebek Tune Up 125 cc 4 Tak Seeded (MP2).

Persaingan pada sesi kualifikasi kejurnas Motoprix seri 5 kemarin berjalan sangat ketat. Di kelas MP1, Pembalap Suzuki IRC U Mild AHRS, Rizaludin Sidqi (Qiqi) yang kemarin memperoleh pole position, harus menerima kekalahan karena adanya gangguan pada pernelingnya sejak lap pertama. “Qiqi yang harus berkuat dengan masalah persnelingnya, akhirnya harus puas finish keenam di race pertama ini. Namun meski tidak naik podium , sebagai sponsor tim kami tetap mendukung karir Qiqi untuk naik jenjang lebih tinggi tahun depan” ujar Ahmad Nasyiruddin Brand Manager U Mild.

Sementara itu duel ketat berlangsung di trek antara pembalap tuan rumah, Diaz Kumoro Jati dengan Rafid Topan dan berakhir dengan keunggulan Diaz di race 1 tersebut. Rafid Topan finish kedua dibelakang Diaz. Duel seru berlanjut di race 2, juga antara Diaz Kumoro Jati dan Rafid Topan yang silih berganti memimpin perlombaan. Namun pada race kedua ini, giliran Rafid yang menang. Meski keduanya sama-sama mengoleksi nilai 45, tetapi Topan yang memenangi race 2 berhak berdiri di podium pertama. Sedangkan bagi Qiqi, race kedua ini justru meraih hasil yang lebih buruk dibandingkan race 1, karena dia sempat bersenggolan dengan Gilang Pranata di lap ke-4 dan harus puas finish ke-12.



Pada balapan di kelas MP2, kehebatan pembalap Honda Rey Ratukore benar-benar terbukti. Menghadapi kawalan ketat dari Rafid Topan tak membuat Rey yang mengawali balapan dari posisi start terdepan menjadi kecut. Bahkan di race pertama, Topan yang terlalu bernafsu untuk memenangi lomba akhirnya harus menelan kekecewaan karena mesin motornya jebol 4 putaran menjelang finish dan tak bisa melanjutkan balapan. Rey Ratukore yang berada dibelakang Topan dengan leluasa masuk garis finish di urutan terdepan. Sedangkan Diaz Kumoro Jati masuk finish kedua.

Duel antara Rey dan Topan berlanjut lagi di race kedua. Rey terus memimpin begitu start dilakukan dan langsung meninggalkan Rafid Topan dan pembalap-pembalp lainnya dalam jarak yang cukup jauh. Tetapi setelah sekitar 8 putaran, Rafid Topan berhasil mendekati Rey dan mampu mengambil alih posisi pimpinan balapan. Saling kejar mengejar terjadi antara Rafid dan Topan dan memperlihatkan kemampuan yang seimbang. Rey akhirnya mampu merebut kembali pimpinan balapan dan masuk garis finish di urutan terdepan.



Tetapi Topan mengaku tak terlalu kecewa, karena dengan tambahan 45 poin di kelas MP 1 dan nilai 20 di kelas MP 2 masih menempatkannya sebagai pimpinan klasemen kelas MP 1 dan MP 2. "Di kelas MP 2, saya terkena sial setelah motor saya jebol 4 lap menjelang finish. Di race kedua saya sempat memimpin balapan dan meninggalkan Rey, tetapi karena setelan mesinnya diubah lagi saya harus beradaptasi sehingga Rey mampu mengejar saya lagi," ucap Topan.

Sedangkan Qiqi yang gagal memanfaatkan keuntungan start terdepan di kelas MP1 mengaku motornya tak bisa maksimal karena gangguan persneling di race. Sedangkan di race kedua dia mengaku terlalu bernafsu untuk menang sehingga bersenggolan dengan pembalap Yamaha Trijaya, Gilang Pranata sehingga tersodok ke posisi belakang.

Kejurnas Motoprix Seri 5 Jogja yang tidak menggunakan transponder dan sensor elektronik karena alatnya dipakai di Kejurnas Gokart di Sentul ternyata meninggalkan masalah. Setelah di kualifikasi sebelumnya mengundang protes kubu Honda dengan pembalapnya Melan, karena time-nya sama dengan Bima Oktavianus dan Bima yang start lebih depan.

Protes juga terjadi pada sesi babak kualifikasi kemarin (15/8) oleh kubu tim Yamahalube Rafid Poppy HDS IRC karena pembalap pemulanya, Wahyu Aji yang finish terdepan didiskualifikasi karena dianggap melakukan jumpstart. Pimpinan pertandingan melihat hal itu, tetapi tak bisa membuktikan karena tak ada transponden atau sensor elektrik. Wahyu Aji yang harusnya finish pertama dihukum penalti mundur 10 grade dan dianggap finish urutan ke-10. Rafid Poppy, manajer tim Yamahalube Rafid Poppy HDS IRC mengaku sudah melayangkan protes tetapi ditolak oleh Pimpinan Perlombaan Soni Waspodo dan juri, Nugroho Wijayanto.




"Saya kecewa dan akan mengajukan banding ke PP IMI. Inilah kalau kejurnas dijalankan secara tidak profesional," ucap Poppy. Poppy mengaku kecewa karena posisi Wahyu Aji sebagai runner up klasemen di bawah pembalap Ilham Onga dari Tim Suzuki Denso Pertamina KYT sangat krusial karena jika kemarin Wahyu menang, maka dia akan mengambil alih pimpinan klasemen dan memastikan diri menjadi Juara Nasional kelas MP 5.

Peluang Wahyu menjadi juara Nasional masih terbuka, tetapi cukup berat karena selisih poin dengan Ilham sekitar 16 poin. Jika kemarin Wahyu dianggap finish ke-10, maka Onga kemarin juga hanya berhasil finish ke-11. Sementara itu, Nugroho Wijayanto atau yang akrab disapa Antok mengaku bahwa keputusannya diberikan dengan berat. Dia melihat sendiri Wahyu melakukan Jumpstart dan pimpinan perlombaan langsung memberikan peringatan. "Tetapi kalau dibilang tidak profesional yang tidak bisa, karena kami juga tahu beberapa hari menjelang Kejurnas bahwa transponder milik MBG dipinjam untuk Kejurnas Gokart

MOTOPRIX 6 - Sentul : Gerbang Start Roboh, Topan Juara Nasional!



SENTUL, 18 Oktober 2009 – Rafid Topan dari tim Yamaha Yamalube Rafid Poppy HDS IRC benar-benar ingin mengukuhkan diri sebagai juara Nasional yang tak terkalahkan. Walaupun dari hasil balap Kejurnas Motorpix di Yogkarta terakhir sudah menunjukkan dirinya sebagai pemenang, tetap saja ia berlaga penuh semangat di Sirkuit Karting Internasional Sentul, Bogor (18/10).

Di seri grand final ini, hal yang unik sempat terjadi. Gerbang start yang berdiri dengan bantuan mesin kompresor udara roboh karena listrik mati. Akibatnya, kompetisi balap Kejurnas Motoprix sempat dihentikan. Akibat dari gerbang yang roboh ini, para pembalap hanya menempuh tiga perempat dari total 17 lap yang direncanakan awal dan hanya diberi nilai setengah dari poin penuh. Ini berlaku menurut regulasi IMI karena perhitungan dari total keseluruhan lap belum terpenuhi.



Walaupun nilai pada babak kelas MP1 ini terpotong menjadi setengahnya, Rafid Topan tetap memimpin klasemen dengan nilai yang berselisih jauh yaitu sebesar 35 poin untuk dikejar para rivalnya. Topan pada balap race pertama dan kedua kelas MP1 (Bebek 4 Tak Tune Up 110 cc) mengumpulkan nilai total sebesar 35, sedangkan Gilang Pranata Sukma Yamaha Yamalube FDR Trijaya yang menyusul di posisi kedua mendapat nilai 32,5 dan posisi ketiga Irvan Chupenk dengan nilai 19.



Dewi Fortuna belum berpihak pada pembalap pemula yang baru saja pindah ke kelas seeded Motoprix, Rizaluddin Sidqi dari Suzuki IRC U Mild AHRS yang terpaksa harus DNF di race pertama. Sidqi yang awalnya sempat berada di garis depan bersama Topan dan Gilang pada kelas MP1, tergelincir karena aspal trek yang licin karena hujan. Sementara untuk kelas MP2, Sidqi menyelesaikan balap di putaran pertama pada urutan ke 11 dan race kedua di urutan kedelapan. Namun secara total poin untuk kelas MP2, Sidqi berada diurutan kelima besar dengan total poin 111. “Kami yakin Sidqi sudah berusaha semaksimal mungkin, namun di balapan banyak faktor-faktor lain, mungkin tahun ini Sidqi kurang optimal dan kurang beruntung, kami berharap tahun depan akan lebih baik,” kata Ahmad Nasyiruddin Brand Manager U Mild sebagai sponsor.

Untuk kelas total pon keseluruhan kelas MP2 (Bebek 4 Tak Tune Up 125 cc) poin kembali diberikan secara utuh dengan perolehan nilai total diraih masih oleh Rafid Topan dengan poin 50, Rey Ratukore meraih posisi kedua di poin 33 dan selisih 1 poin adalah Gilang Pranata Sukma.

HASIL KLASEMEN TOTAL MOTOPRIX 2009
Bebek 4 Tak 110 cc Tune Up Seeded (MP1) : Poin
1. Rapid Topan (Yamaha Yamalube Rafid Poppy HDS IRC) 241
2. Diaz Kumoro Djati 152
3. Gilang Pranata Sukma (Yamaha Yamalube FDR Trijaya) 127,5
4. Adi A.W 99,5
5. feizy 97,5
6. Rizaludin Sidqi (Suzuki IRC U Mild AHRS) 97,5

Bebek 4 Tak 125 cc Tune Up Seeded (MP2) : Poin
1. Rapid Topan (Yamaha Yamalube Rafid Poppy HDS IRC) 210
2. Diaz Kumoro Djati 158
3. Gilang Pranata Sukma (Yamaha Yamalube FDR Trijaya) 152
4. Adi A.W 132
5. Rizaludin Sidqi (Suzuki IRC U Mild AHRS) 111

MOTOPRIX 4 - Cikarang : Rafid Topan Borong Podium

CIKARANG, 19 Juli 2009 – Rafid Topan (Yamaha Yamalube Rafid Poppy HDS IRC) memborong podium pertama kelas bergengsi seeded MP1 (Bebek Tune Up 4 Tak 110 CC) dan MP2 (Bebek Tune Up 4 Tak 125 CC) kejurnas Motoprix region 2 seri ke-4 yang berlangsung di Sirkuit Deltamas Cikarang, Minggu (19/7). Topan sukses memborong dua gelar jawara MP1 dan MP2 dengan poin sempurna 50.



Di kelas MP1, Rafid yang start dari pole position berhasil mempertahankan ritme balapnya sehingga terus memimpin dari lap pertama hingga lap terakhir dan finish terdepan dengan catatan waktu 40,145 menit. Gilang Pranata dari Yamaha Yamalube FDR Trijaya menyusul di urutan kedua dengan catatan waktu 40,324 detik dan di tempat ketiga pembalap dari Suzuki IRC U Mild AHRS Rizaludin Sidqi dengan waktu 40,401 detik. Peringkat akhir keempat dan kelima dipegang petarung berbasic pacuan Honda Blade 110, Asep Eko (HMTC NHK Cakra) dan Bima Oktavianus (BRT Tunas Jaya Federal Oil). “Meski persaingan cukup ketat, namun posisi pembalap selama race hingga finish tidak berubah dari posisi di grid start,” kata Rafid.



Pada kelas MP2, Topan yang tahun ini adalah tahun pertamanya di kelas seeded tampil begitu konsisten dalam racing-line. Topan yang saat babak kualifikasi MP2 berada pada grid ketiga melesat melewati Diaz Kumoro Djati dan Adi AW dari tim Yamaha Khepoth Federal Oil FDR yang start di pole position dan hingga bisa menjuarai dengan sempurna di race 1 dan race 2 dan kembali merebut podium utama. ”Kami bersyukur Topan bisa tampil maksimal pada hari ini, setelan mesin yang memang lebih baik mendukung adik saya untuk menjuarai kedua kelas bergengsi Motoprix seri ini. Semoga nanti di Yogya Topan bisa kembali tampil konsisten” ujar Rafid Poppy kakak sekaligus managenya. Rizaludin Sidqi dari Suzuki IRC U Mild AHRS yang start di posisi kelima juga berhasil menyusul finish kedua, disusul Bima Aditya dari Adiputra Utama FDR Federal Oil Rextor di tempat ketiga. Di urutan keempat ditempati Nur Iwan dari Cahaya Yamaha IRC BAF dan posisi kelima diraih Gilang Pranata Sukma.

Diaz Kumoro Djati dari tim Yamaha Khepoth Federal Oil FDR harus berhenti dan tidak bisa mengikuti balap pada lap ke 19 race 2 karena ada masalah dengan mesin. Demikian pula dengan rekan satu tim Diaz, Adi AW yang pada babak kualifikasi kemarin berada pada pole position, mengalami permasalahan mesin sehingga tidak bisa melanjutkan balap pada lap ke-15 race 2. Namun Adi berhasil menambah poin bagi dirinya pada kelas MP 2 race pertama, ia menyelesaikan lomba pada posisi ke-empat dan MP 1 race kedua juga pada posisi keempat.

Diaz Kumoro Djati dari tim Yamaha Khepoth Federal Oil FDR harus berhenti dan tidak bisa mengikuti balap pada lap ke 19 race 2 karena ada masalah dengan mesin. Demikian pula dengan rekan satu tim Diaz, Adi AW yang pada babak kualifikasi kemarin berada pada pole position, mengalami permasalahan mesin hingga tidak menlanjurkan balap pada lap ke-15 race 2. Namun Adi berhasil menambah poin bagi dirinya pada kelas MP 2 race pertama, ia menyelesaikan lomba pada posisi ke-empat dan MP 1 race kedua pada posisi keempat juga.



Sedang hasil akhir Rizaludin Sidqi yang pada saat raceday Minggu (19/7) sedang berulang tahun, menghadiahkan dirinya dengan podium pada kedua kelas MP1 race pertama dan MP2 race pertama. Namun secara total poin Kiky, demikian ia disapa, berhasil meraih juara tiga MP1 dengan total poin 26 dan juara kedua MP2 dengan total poin 27. Kemenangan Kiky cukup menyita perhatian mengingat ini adalah penampilan terbaiknya selama musim Kejurnas Motoprix. “Jadi proses adaptasi masih berlangsung, selain pemahaman karakter mesin, juga skill ataupun mental bertanding, hari ini semoga bisa memacu Kiky untuk bisa tampil lebih baik lagi diseri Yogya nanti “ tutur Ahmad Nasyiruddin, Brand Manager U Mild sebagai sponsor tim Suzuki IRC U Mild AHRS.

Kemenangan Topan dan Kiky juga mendapat tanggapan serupa dari Abraham Subhan selaku dewan juri, juga komisi balap motor PP IMI, “Ukiran prestasi Rafid dan Sidqi tergolong perjuangan berat. Patut dicatat, Asep Eko dan Bima Oktavianus merupakan rider senior yang lama malang-melintang di persaingan road race tanah air dengan berbagai prestasi. Sedang Gilang Pranata Sukma sudah bercokol tiga tahun di seeded. Hasil kemenangan Topan dan Kiky merupakan fenomena yang patut diperhatiikan”. Kedua nama yang disebut oleh Abraham , hanya berhasil menyelesaikan memperoleh posisi empat dan lima dari total poin. Hanya Gilang yang sukses meraih podium MP1 diantara duo rookie dari kelas seeded ini.

HASIL RACE MOTOPRIX 2009 SERI 4, DELTAMAS, CIKARANG

Bebek 4 Tak 110 cc Tune Up Seeded (MP1) : Poin
1. Rapid Topan (Yamaha Yamalube Rafid Poppy HDS IRC) 50
2. Gilang Pranata Sukma (Yamaha Yamalube FDR Trijaya) 36
3. Rizaludin Sidqi (Suzuki IRC U Mild AHRS) 26
4. Asep Eko (HMTC NHK Cakra) 22
5. Bima Oktavianus (BRT Tunas Jaya Federal Oil) 20

Bebek 4 Tak 125 cc Tune Up Seeded (MP2) : Poin
1. Rapid Topan (Yamaha Yamalube Rafid Poppy HDS IRC) 50
2. Rizaludin Sidqi (Suzuki IRC U Mild AHRS) 27
3. Bima Aditya (Adiputra Utama FDR Federal Oil Rextor) 26
4. Nur Iwan (Cahaya Yamaha IRC BAF) 26
5. Gilang Pranata Sukma (Yamaha Yamalube FDR Trijaya) 26

BEST TIME MOTOPRIX REGION 2 SERI 4

MP1/110 CC (BEST TIME RACE 1) :
1. Rafid Topan 41.230
2. Gilang Pranata 41.379
3. Azevedo Ardani 41.319
4. Rizaludin Sidqi 41.317
5. Asep Eko 41.520


MP1/110 CC (BEST TIME RACE 2) :
1. Rafid Topan 40.145
2. Gilang Pranata 40.324
3. Rizaludin Sidqi 40.401
4. Adi AW 40.579
5. Dellu Agung 40.829


MP2/125 CC (BEST TIME RACE 1) :
1. Rafid Topan 40.145
2. Gilang Pranata 40.324
3. Rizaludin Sidqi 40.401
4. Adi AW 40.579
5. Dellu Agung 41.520


MP2/125 CC (BEST TIME RACE 2) :
1. Rafid Topan 40.268
2. Bima Aditya 41.011
3. Nur Iwan 40.753
4. Dellu Agung 40.728
5. Rizaludin Sidqi 40.72

MOTOPRIX 2 - Surabaya : Masih Penyesuaian, Racer Berjatuhan

SURABAYA, 20 Februari 2009 – Rafid Topan (Yamalube Rafid Popy HDS IRC) berhasil menjuarai kelas bergengsi Bebek 110cc 4 Langkah Tune Up Seeded - MP1 di Kejurnas Pertamina Motoprix Championship seri 2 putaran Jawa di Sirkuit Park Kenjeran, Surabaya (22/02). Sementara di kelas Bebek 125cc 4 Langkah Tune Up Seeded - MP2, andalan tuan rumah Jatim, Dwi Cahyono berhasil mengungguli lawan-lawannya.

Pembalap seeded andalan Suzuki IRC U Mild AHRS Rizaludin Sidiq yang saat babak kualifikasi meraih "pole position" di kelas MP1 dengan waktu tercepat 40,876 detik, hanya bisa finish di urutan ketiga. Meski didera motor yang belum beres, ia masih mampu bersaing dengan para pembalap seeded lawas seperti Feiza Juniardith (Jabar) dan Rafid Topan (DKI Jakarta). Selepas start Sidqi sempat tercecer di urutan kelima. Namun dengan penuh perhitungan, ia mulai merangsek ke posisi terdepan. Sangat di sayangkan ketika berada pada tikungan R-9 Sidqi bersenggolan dengan Feizy Juniardith. Namun Sidqi dengan sigap dan kecepatan penuh kembali menyalip beberapa pembalap.

Sayangnya, kesempatan berlaga sudah tinggal beberapa lap lagi dan pembalap terdepan cukup jauh, sehingga di kelas bergengsi MP1 ini Sidqi harus rela berada di urutan ketiga podium, setelah Rafid Topan (Yamalube Rafid Popy HDS IRC) dan Diaz Kumoro Jati (Yamaha FDR Kephoth Federal Oli KBC Indopart). Tempat keempat setelah Sidqi adalah Nur Iwan dan Bima Aditia di urutan kelima. “Start masih lelet, jadi motor tidak bisa melesat kencang. Masalah lain, rem depan sedikit bermasalah,’ jelas Sidqi.

Brand Manager U Mild Yasin Tofani Sadikin sebagai sponsor team mengatakan, adaptasi Sidqi yang baru naik ke kelas seeded ini sudah lebih baik, sehingga dapat mengejar pembalap-pembalap seniornya dan dapat naik podium juara 3 MP1. “Faktor hujan deras hari ini juga membuat performanya turun drastis, semoga di seri ketiga Jogjakarta minggu depan bisa dapat point full,” tandas Tofani.

Faktor hujan deras saat race pertama MP2 memang cukup menyulitkan bagi para pembalap. Sekitar 15 pembalap jatuh bangun karena trek licin. Sidqi pun juga sempat mengalami kondisi trek yang licin ini, bahkan sempat terjatuh. “Padahal saya sudah cukup hati-hati, tapi karena power motor besar sehingga beberapa kali sempat melintir,” tandas Sidqi. Akhirnya, finish ke 17 pun harus diterimanya dengan lapang dada.

Saat race kedua MP2, Sidqi tampil lebih baik dan sempat berada di urutan keempat. Sayang, motornya kembali bermasalah, knalpotnya keluar asap tebal sehingga posisinya turun lagi hingga finish ke 6. “Saya tidak memaksakan diri karena motornya bermasalah, yang penting dapat point. Walau tidak lagi hujan tapi trek masih licin, kalau jatuh repot nanti. Kan minggu depan dah mulai balap lagi di Jogja,” kalem Rizaludin Sidqi.

Sementara itu Rafid Topan dari tim Yamaha Yamalube Rafid Popy HDS IRC yang berhasil membuktikan diri sebagai pendatang terbaik dalam balap kelas MP1, harus gantian mengakui keunggulan Diaz Kumoro Jati di kelas MP2. Di kelas MP2, dari total 20 lap yang ditempuh, Topan mencoba mendahului Diaz di tiga lap terakhir, tapi tetap gagal. “Wah berat, tiga lap terakhir saya berusaha menutup racing line di tikungan, tapi kalah di trek lurusnya,” kata dia. Di kelas MP2 ini, andalan tuan rumah Jatim, Dwi Cahyono berhasil mengungguli lawan-lawannya, diikuti Diaz, Asep Eko, Topan dan Gilang Pranata Sukma.

MOTOPRIX 1 - CIKARANG : Masih Penyesuaian, Racer Berjatuhan



JAKARTA, 20 Februari 2009 – Persaingan yang berlangsung ketat dan keras di gelaran akbar Motoprix seri perdana region 2 di sirkuit Cikarang, kota Delta Mas Jawa Barat (15/2) membuat banyak pembalap berjatuhan. Perlombaan berlangsung seru khususnya di kelas seeded MP1 dan MP2, karena banyak pembalap pemula yang baru merangkak naik ke kelas seeded mendapat tekanan dari para seniornya. Wajar saja, banyak yang tidak finish atau berjatuhan.

Seperti yang dialami M Raka Sebastian dari tim Yamaha Pertamina IRC Raka Jogjakarta. Dia harus masuk rumah sakit gara gara kurang antipasi saat masuk tikungan pertama. Bukti kerasnya kelas seeded karena starter cukup banyak. Racer lawas dan seeded keroyokan berusaha keluar dari R1, sehingga membuat Raka sulit mengendalikan motor meski baru lap pertama. Walau tak finish, Raka yang cedera memaksa lanjut di race ke 2. Tekanan dari para seniornya semakin keras, membuat ia akhirnya terjatuh dan terhempas keaspal cukup keras. “Rem sepertinya tak bisa pakem, motor nyelonong terus dan menabrak pembalap lain. Ini lagi antri untuk foto rongent, “kata Raka sembari menahan sakit.

Tak hanya M Raka Sebastian yang gagal merebut podium, seeded andalan Suzuki IRC AHRS U Mild juga didera masalah. Bedanya bukan terjatuh tetapi karena mesin yang masih kurang kompetitif. Satu kelas dengan Raka, Rizaludin Sidqi mengawali start dari grid 2 dengan mulus. Bahkan ia bisa merangsek ke gerombolan depan. Tapi menginjak lap ke 5 power motor tiba tiba drop dan posisi Sidqi akhirnya melorot ke gerombolan belakang hingga akhirnya mesin tiba tiba mati. “Krek as melintir membuat power mesin makin lemah tidak ada tenaganya. Yang kelas 125 cc mesin lancar tapi putaran atasnya masih kurang sip, jadi larinya lelet,” kata Cahyo Edi Elkadis, Asisten Manajer Suzuki AHRS IRC U Mild.

Manager tim Suzuki IRC U Mild AHRS Sinyo mengatakan, yang membuat permainan Rizaludin Sidqi kurang berkembang. lantaran ia juga masih dalam taraf adaptasi dengan motor jenis seeded. Maklum, besutan seeded power-nya lebih besar. Selain itu, handling yang makin liar plus mesin yang belum ciamik membuat Sidqi tidak bisa membejek motor habis habisan. ”Sidqi harus di-push lagi untuk dapat cepat beradaptasi. Apalagi tayangan Motoprix seri 2 tinggal seminggu lagi mampir di sirkuit permanen Park Kenjeran Surabaya,” tandas Sinyo. Sidqi sendiri optimis masih punya harapan besar di seri selanjutnya. “Seri 2 tinggal minggu depan dan semoga saya bisa mengambil point minimal 5 besarlah, syukur bisa juara 1. Saya masih punya harapan kan di seri selanjutnya,“ harap Sidqi.

Sementara itu 5 besar MP1 adalah Rafid Topan, Diaz Kumoro jati, Adi AW, Febrianus Balank, Juni AS. Sedang di kelas 125 atau MP2 yaitu Gilang Pranata Sukma, Mariasan Kocek, Rafid Topan, Dwi Cahyono, dan Feizy Juniardith.

Mengomentari hasil lomba teamnya hari ini, Brand Manager U Mild Yasin Tofani Sadikin sebagai sponsor Suzuki IRC U Mild AHRS juga mengakui bahwa persaingan musim balap tahun ini memang lebih ketat. Untuk kejurnas Motoprix peluang Rizaludin Sidqi cukup berat, mengingat ia hanya dapat point sedikit pada seri perdana ini. “Kalau mau aman dia harus mendapat minimal dapat 3 besar di seri 2 nanti,” tandasnya.
Lebih lanjut Tofani mengatakan telah menyiapkan sejumlah rencana untuk pengembangan team-nya agar bisa kompetitif di balap tingkat nasional maupun asia tahun ini. “Kita sedang melakukan review musim balap tahun lalu agar bisa melakukan pengembangan lebih baik di tahun ini. Kita ingin pembalap kita bisa betul betul tangguh dan teruji baik di Kejurnas maupun di FIM Asian GP demi mengharumkan nama bangsa di kejuaraan Asia,” tegasnya lagi.